Selasa, 07 Februari 2017

Asroi Saksi Pelapor di Sidang Ahok Dilaporkan ke Polisi

sumber : detik.com | idnmagazine.com
IDNMagazine.News - Tim pengacara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali melaporkan saksi pada persidangan dugaan kasus penistaan agama. Setelah tiga orang saksi sebelumnya, kali ini M Asroi Saputra yang dilaporkan atas dugaan memberikan keterangan palsu di muka persidangan.

"Kali ini kita laporkan Muhammad Asroi Saputra. Tinggalnya (di) Padang Sidempuan yang kalau dulu laporan dia sebut wiraswasta, tapi dalam BAP-nya sebut dia PNS, tapi itu nggak terlalu penting," ujar Wayan Sudirta selaku salah satu tim kuasa hukum Ahok di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (6/2/2017).

Keterangan palsu yang dipersoalkan oleh tim pengacara Ahok adalah penyebutan Asroi dalam BAP-nya bahwa seluruh umat muslim dirugikan atas pernyataan Ahok yang dinilai telah menistakan agama.

"Yang paling penting, keterangan dia baik di dalam BAP maupun di dalam transkrip rekaman, dia menyatakan dia mewakili umat muslim seluruh dunia. Lalu kita tanya, kita uji di persidangan, 'Betul nggak umat muslim sedunia yang Saudara atas namakan itu, betul nggak sudah berikan kuasa atau mandat kepada Saudara', dia nggak bisa jawab," terang Wayan.

Selain Asroi, saksi Habib Mukhsin juga menyatakan demikian. Untuk menguji kebenaran pernyataan Asroi maupun Mukhsin itu, tim pengacara telah mengirimkan surat kepada beberapa negara berpenduduk mayoritas muslim. Wayan mengklaim, Suriname telah menjawab pertanyaan tersebut dan menyatakan penduduknya tidak ada kaitan dengan saksi di persidangan Ahok.

"Dari beberapa negara yang kita kirimi, salah satu negara menjawab nih, Suriname misalnya, baru satu (negara) jawabannya. Mereka menyatakan tidak ada kaitannya Habib Mukhsin yang memberi keterangan di persidangan, dengan materi persidangan, dengan keberatan materi Ahok, dengan keberatan warga negaranya sendiri, nggak ada hubungan negaranya dengan Habib Mukhsin yang memberi keterangan menyatakan umat muslim. Sampai situ sudah terbukti kan bagaimana keterangannya dia dibantah sendiri oleh Kedubes (Suriname) di mana di dalam negaranya ada banyak umat muslim," bebernya.

Menurut Wayan, pernyataan Asroi--soal umat muslim seluruh dunia dirugikan--itu sangat mendasari BAP. Sehingga hal ini menjadi sangat penting untuk dipersoalkan.

"Begini, di dalam laporan selalu ada namanya korban. Di situ disebutkan yang korban itu seluruh umat muslim sedunia. Jangan lupa LP atau laporan orang itu dasar untuk bikin BAP, berita acara itu dasar untuk membuat dakwaan. Jadi ini berkait, penting sekali," tegas Wayan.

"Nah, kita uji laporannya, kalau laporannya nggak benar, BAP-nya nggak bener. Kalau BAP-nya nggak benar, dakwaannya gugur. Kita uji, betul nggak seluruh umat muslim dunia menyatakan keberatan kepada Ahok? Ternyata tidak," lanjutnya.

Wayan menilai keterangan palsu tersebut tidak bisa dibiarkan. Sebab, jika itu terulang kembali, dapat menjadikan seseorang dengan mudah duduk di kursi pesakitan. 

"Sekarang saya tanya, ada orang memberikan keterangan palsu di bawah sumpah. Kalau itu dibiarkan, nanti gampang setiap saksi omong seenaknya dan menjadikan orang duduk di bangku pesakitan, lalu kehilangan hak asasinya, lalu enak saja nanti saksi berikutnya, laporan kita nggak ada urusannya dengan dendam. Tapi kita tidak ingin ke depan ada keterangan palsu di bawah sumpah," paparnya.

Pelaporan tim kuasa hukum Ahok atas saksi di persidangan ini sudah yang keempat kalinya. Sebelumnya, saksi Habib Novel Bamukmin, Habib Mukhsin, dan Wilyudin telah dilaporkan ke polisi atas tuduhan memberikan keterangan palsu di persidangan.

Wayan menegaskan pihaknya akan terus menempuh jalur hukum apabila ada saksi maupun pelapor yang memberikan keterangan palsu di bawah sumpah pengadilan. 

"Siapa pun yang memberikan keterangan palsu di bawah sumpah, kedua yang berstatus pelapor dalam perkara Ahok itu akan kita laporkan. Jadi ada dua syarat penting. Dia berikan keterangan palsu di bawah sumpah, kedua dia pelapor yang bukan pelapor di dalam perkara Ahok, jangan sampai ini bias," tutur Wayan.

Sementara itu, kuasa hukum Ahok lainnya, Rolas Sitinjak, mengatakan sebenarnya pihaknya tidak ingin melapor. Tetapi, menurutnya, keterangan Asroi tersebut sudah di luar batas.

"Sebenarnya, sejujur-jujurnya, kita juga nggak ingin melaporkan kalau bukan kelewatan benar di dalam fakta persidangan tersebut. Seperti yang disebutkan Pak Wayan tadi, kita sudah kirimkan surat ke berbagai negara, beberapa negara kami konfirmasikan bahwa kalau dia katakan umat muslim seluruh dunia, ya perwakilan negara-negara, ya kita tanyalah benar nggak," terang Rolas.

Laporan tim kuasa hukum Ahok itu dicatat dalam Tanda Bukti Laporan (TBL) bernomor LP/651/II/2017/PMJ/Diteeskrimum. Asroi dilaporkan atas dugaan Pasal 242 KUHP tentang memberikan keterangan palsu di bawah sumpah.

sumber : detik.com

SHARE THIS

Author:

0 comments: