Senin, 19 Desember 2016

Sindir Sumarsono, Agus Yudhoyono sebut transparan pondasi demokrasi

sumber : merdeka.com | idnmagazine.com
IDNMagazine.Politik - Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono menolak mengungkap dana operasionalnya. Dengan alasan lupa, Sumarsono meminta hal itu ditanyakan langsung kepada Sekda DKI Saefullah.

Menanggapi hal itu, Calon Gubernur nomor urut 1 Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan, sebagai seorang pejabat sudah semestinya transparan, terlebih masalah uang. Menurut dia, transparansi merupakan pondasi dari sebuah demokrasi.

"Transparan ya harus dong (harus terbuka). Transparansi, akuntabilitas itu merupakan pondasi sebuah demokrasi, jadi tidak mungkin tanpa komitmen seperti itu penyelenggaraan birokrasi akan berjalan dengan baik," ujar putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono itu, usai menghadiri undangan Maulid Nabi bersama di Jalan H. Jian, Cipete Utara, Jakarta Selatan, Minggu (18/12) malam.

Sebelumnya, Sumarsono masih enggan membuka mengenai dana operasional didapat selama menjabat Plt Gubernur DKI Jakarta. Gembar-gembor soal transparansi dianggap belum dijalankan sepenuhnya. Padahal dana dikucurkan pendapatan asli daerah (PAD) DKI Jakarta untuk hal itu terhitung besar.

Basuki T Purnama alias Ahok, pernah mengungkap dana operasional selama dirinya menjabat Gubernur DKI Jakarta, mencapai Rp 30 miliar tiap tahun. Besaran uang operasional yang diterima gubernur itu dihitung dari 0,01 persen dari total pendapatan asli daerah (PAD). Hitungan itu bahkan juga telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2000 tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.

Sumarsono ketika disinggung masalah dana operasional justru kerap berkilah. Dia bahkan mengaku lupa berapa nominal dana operasional diberikan kepadanya. Namun, dia menyebut telah menggunakan dana operasional itu untuk melakukan kegiatan digelar Pemprov DKI Jakarta.

Tidak hanya itu, Sumarsono juga meminta warga penasaran dengan dana operasional selama menjabat Plt gubernur DKI untuk menanyakan kepada Sekda DKI Jakarta Saefullah. Sebab, selama menggantikan Ahok memimpin ibu kota, dirinya berdalih tidak tahu anggaran bagi dana operasionalnya. Padahal sudah hampir dua bulan menjabat sebagai Plt Gubernur DKI Jakarta.

"Kalau ingin tahu anggaran saya berapa, tanya ke Sekda saja, karena sampai sekarang saya saja engga tahu dana operasional saya berapa," ungkap Sumarsono.

sumber : merdeka.com

SHARE THIS

Author:

0 comments: