Selasa, 27 Desember 2016

Ketahui 4 kepribadian ini mengalami masalah terkait dengan pengelolaan keuangan

sumber : merdeka.com | idnmagazine.com
IDNMagazine.Lifestyle - 'Rajin Menabung Pangkal Kaya, Boros Pangkal Miskin'. Pepatah ini sudah diajarkan semenjak kita kecil. Namun, kenyataannya menabung tak semudah membalik telapak tangan. Begitu sulit untuk membiasakan diri atau sekadar memulainya.

Barangkali Anda adalah salah satunya. Sementara di dalam pengelolaan keuangan, kegiatan menabung adalah salah satu poin yang akan sangat membantu dalam mencapai target serta tujuan keuangan.

Perlu diketahui hal ini bukanlah masalah yang sepele. Sebab kalau Anda tidak bisa menabung, besar kemungkinan akan mengalami kesulitan dalam berinvestasi.

Apabila menabung selalu menjadi hal yang menyulitkan atau kegiatan yang gagal untuk dilakukan, besar kemungkinan Anda memiliki masalah dengan kepribadian.

Ada beberapa tipe kepribadian yang pada umumnya mengalami masalah terkait dengan pengelolaan keuangan. Berikut rinciannya seperti ditulis cermati:
1.Pribadi selalu gelisah

Seseorang dengan pribadi selalu gelisah memiliki keputusan yang selalu berubah-ubah dan melakukan pengeluaran yang tidak perlu. Pribadi yang seperti ini tidak yakin dengan pilihannya sendiri.

Kondisi seperti inilah yang dimanfaatkan pemasar (marketing) dengan baik. Pemasar berusaha untuk meyakinkan Anda bahwa barang yang dijualnya adalah yang Anda butuhkan. Anda pun akhirnya terpengaruh dan membeli barang tersebut. Beberapa lama kemudian, muncul lagi barang baru. Dengan gaya persuasif, pemasar kembali memengaruhi Anda agar mau membeli barangnya.

Apabila ini dibiarkan terus terjadi, sudah pasti Anda akan cenderung konsumtif mengikuti apa yang dikatakan pemasar atau iklan. Tak mengherankan jika pengeluaran Anda lebih besar nantinya.
2.Pribadi tidak sabar

Kebiasaan tidak sabar saat akan membeli sebuah barang akan menimbulkan petaka bagi keuangan. Dengan segera, Anda akan membeli apapun yang dibutuhkan meskipun harganya mahal. Andaikan mau bersabar Anda bisa saja menemukan penawaran yang baik. Bukan hal yang mengejutkan kalau pribadi yang seperti ini memiliki sifat boros.

Saat membutuhkan sesuatu, Anda selalu berpikir untuk segera memilikinya. Berbagai barang mungkin akan Anda beli dengan harga yang mahal. Anda akan selalu berupaya untuk membeli barang tersebut saat itu juga tanpa melakukan perbandingan terlebih dahulu.

Kebiasaan ini termasuk kebiasaan yang buruk. Bahkan, bisa membawa masalah yang besar dalam keuangan.

3.Pribadi terdorong gerakan hati

Banyaknya situs belanja online memudahkan orang dalam berbelanja, tetapi di sisi lain menyebabkan orang sulit menahan gerak hatinya. Sebenarnya, selama bisa mengontrol diri dengan baik, keberadaan situs belanja online tidak menjadi masalah.

Namun, jika Anda adalah pribadi yang terdorong oleh gerak hati, hal ini tentu menjadi masalah yang serius terhadap keuangan Anda.

Besar kemungkinan Anda akan menghabiskan uang yang banyak untuk belanja. Sebab Anda menuruti gerak hati yang menginginkan demikian. Padahal, barang yang dibelanjakan itu tidak benar-benar memberi manfaat yang Anda butuhkan. Keinginan belanja yang tidak terkendali ini lama-kelamaan akan menggerus keuangan nantinya sehingga Anda tidak bisa menabung dengan baik.

4.Pribadi penakut

Memiliki kebiasaan teliti dan bijak dalam menggunakan uang merupakan hal yang sangat positif. Hal ini akan membantu untuk mengontrol semua pengeluaran dengan baik dan tertata. Namun, bagaimana jika hal ini terjadi pada semua lini keuangan yang Anda miliki?

Setiap aktivitas yang berhubungan dengan keuangan tentu memiliki sejumlah risiko, termasuk dalam melakukan investasi. Investasi akan menjadi poin penting yang akan mengantarkan keuangan Anda menjadi lebih baik. Karena itu, selalu dibutuhkan keberanian dalam melakukan hal ini.

Kalau ternyata Anda memiliki ketakutan dalam melakukan investasi, keuangan Anda mungkin tidak akan berkembang dengan lambat atau tidak sama sekali.

Investasi akan sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan dalam keuangan. Banyak kesempatan yang terbuang apabila Anda selalu menunda-nunda untuk berinvestasi. Pertimbangkan dengan matang dan pahami semua risiko yang mungkin terjadi.

sumber : merdeka.com

SHARE THIS

Author:

0 comments: