Jumat, 16 Desember 2016

Foto Kemanusiaan ini paling memilukan, sedih lihatnya gaes!

idnmagazine.com
IDNMagazine.Peristiwa - Berikut ini gaes, adalah lima foto-foto bersejarah yang menggetarkan rasa kemanusiaan kita. Melalui foto-foto menyedihkan ini, dapat kita lihat bahwa terkadang manusia bisa sangat kejam terhadap manusia lain. Berikut adalah beberapa foto kemanusiaan yang kami kumpulkan dari berbagai tragedi yang pernah terjadi, yuk simak gengs :D

1. The Nagasaki Brother
Sumber: rarehistoricalphoto.com
Foto ini diambil oleh fotografer asal Amerika Serikat, Joe O’Donnell setelah pengeboman dahsyat di Nagasaki, gengs. Joe menyaksikan langsung semua kejadian mengerikan itu yang membuat dia menderita depresi di tahun-tahun kemudian.

Menurut Joe, ini adalah foto yang paling memengaruhi Joe lebih dari foto-foto lainnya. Bayi yang ada dalam gendongan dalam foto ini telah meninggal lho gaes. Sementara, sang kakak sedang menggendongnya untuk membawa si adik ke tempat krematorium guna penghormatan terakhir.

Sebelum tubuh adiknya dikremasi, anak ini berdiri dengan sikap tegak dan hormat, sebagai penghormatan terakhir bagi adiknya. Dia menolak untuk menangis, meski dia kehilangan anggota terakhir yang dimilikinya.

Seperti sikap seorang ksatria gaes, dia berdiri tegak, menggigit bibirnya agar tidak menangis. Pengeboman Nagasaki adalah serangan paling mematikan yang pernah diciptakan manusia.

2. Pemisah Berlin
Sumber: Museum Syndicate
Pada 13 Agustus 1961, Jerman akhirnya membentangkan kawat berduri yang memisahkan kota Berlin menjadi dua gaes. Pemisahan ini sangatlah menyedihkan, dan akhirnya menjadi lebih menyayat hati lagi setelah dibangunnya tembok Berlin, gaes. Siapa pun yang berada di Timur dilarang untuk pergi ke Barat begitu juga sebaliknya.

Para tentara pun ditempatkan di dekat kawat berduri tersebut untuk menjaga perbatasan. Di foto ini tampak seorang tentara sedang mengawasi keadaan sekitar untuk menyelamatkan seorang anak. Anak laki-laki tersebut tampak merentangkan tangannya, minta digendong dan dibawa menyebrang ke Barat.

Anak tersebut ternyata terpisah dari orang tuanya. Sang tentara tahu, bahwa dia tidak boleh memindahkan anak tersebut. Namun gengs, karena dia tidak tega, akhirnya dia menggendong anak itu dan membiarkan dia bersatu dengan keluarganya.

Tentara dalam foto ini kemudian dinon-aktifkan dari tugas dan tidak ada yang tahu hukuman macam apa yang diberikan kepadanya atas aksi tersebut gaes.

3. Crying Boy Soldier
Sumber: Getty Images
Foto ini menunjukkan bahwa seorang pria muda yang tidak mengerti apa-apa ini harus menjadi bagian dari perang yang mengerikan dan menyiksa gaes. Bahkan, dia tampak terlalu kecil untuk seragam tentara yang kenakannya. Pria muda ini tampak menangisi tragedi dan perang berkepanjangan di negerinya.

4. Shanghai Baby
Sumber: https://iconicphotos.files.wordpress.com
Seorang fotografer bernama H.S Wong melihat seorang bayi terlantar dengan muka teluka di rel kereta api stasiun Shanghai, China pada 14 Agustus 1937. Wong kemudian mendudukkan bayi itu di peron untuk menyelamatkan bayi lainnya yang selamat dari serangan udara Jepang kepada warga sipil China tersebut.

Tak lama berselang, Wong pun mengabadikan foto bayi yang sedang menangis tersebut. Foto Wong ini membuat pemerintah Jepang meradang dan menjadikan Wong sebagai buron. Bahkan, pemerintah Jepang bersedia memberikan uang bagi siapa pun yang berhasil membunuh Wong. Namun, Wong berhasil dievakuasi ke Hong Kong dan mendapat perlindungan dari Pasukan Inggris.

5. Wanita Mongolia
Sumber: Stefan Passe/National Geographic
Pada foto kemanusiaan di atas, orang yang dianggap melakukan kejahatan akan dimasukkan ke dalam sebuah kotak dan dikunci gaes. Di kotak ini, orang yang dihukum tidak akan bisa tidur ataupun duduk dalam posisi yang nyaman, karena kotak tersebut sangatlah sempit.

Kotak ini akan ditempatkan di pasar yang ramai dilalui orang-orang. Orang yang berlalu-lalang bebas menghina orang di dalam kotak tersebut sebagai bentuk dari hukuman. Namun, bagi yang berbaik hati, mereka terkadang memberikan makanan.

sumber : dagelan.co

SHARE THIS

Author:

0 comments: