Minggu, 13 November 2016

Begini kata Yusril mengenai kasus penistaan agama oleh Ahok

sumber : merdeka.com | idnmagazine.com
IDNMagazine.News - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra ikut angkat bicara terkait dugaan penistaan yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahja Purnama alias Ahok. Pasalnya, Yusril pernah bertemu seseorang dan ditanyakan ihwal Ahok yang tak juga dijerat hukum Islam lantaran perbuataannya tersebut. 

"Ada yang pernah bertanya dengan saya, kenapa itu si Ahok tidak dilakukan hukum Islam," cerita Yusril dlam sambutannya di depan ratusan kader PBB di Hotel Santika, Makassar, Jumat (11/11).

"Saya bilang, ente waktu pemilu kemane? Pilih PBB atau nggak? Orangnya diam. Ente kalau pemilu pilih partai sekuler melulu tapi nuntut pelaksanaan hukum Islam," kata Yusril seraya menambahkan orang-orang kita ini aneh.

Yusril juga cerita, saat tahun 1999 lalu yang pertama kali ada Pemilu di zaman reformasi. Dia datang kampanye ke Banten. Dikatakan, Partai Bulan Bintang lah yang pertama kali menyatakan akan membentuk Propinsi Banten, lepas dari Propinsi Jawa Barat. Yang menentang saat itu adalah PDIP.

"Tapi waktu pemilu, yang menang di Banten itu PDIP. Yang kalah telak itu PBB. Lalu suatu hari rombongan orang Banten datang ke saya. Katanya, Pak Yusril kami menagih janji bapak. Kapan bapak wujudkan Propinsi Banten. Kalian gak milih saya koq, yang kalian pilih itu partai yang tidak memperjuangkan Propinsi Banten. Aneh kalian ini," tutur Yusril seraya menambahkan, orang-orang kita ini kadang ganjil berpikirnya. Jadi memang harus ada pendidikan politik.

Dalam kesempatan yang sama, Yusril mengingatkan kader PBB kalau pemilu sudah dekat, tinggal dua tahun lagi. Olehnya semua harus bangkit. Jangan lambat-lambat lagi. Cabang-cabang partai yang tidur harus bangun.

"Eh bos bangun, jangan tidur terus. Kalau masih ngeyel terus, partainya juga "wujuduhu ka adamihi", cuma nama doang, ada papan namanya, orang gak pernah aktif, kita gedor-gedor. Bang, reformasi nih partai. Bikin yang baru pengurusnya. Hidupkan lagi partai," kata Yusril Ihza Mahendra.

Ketua umum PBB ini juga mengingatkan kalau berdirinya PBB itu dengan menyabung nyawa, berdarah-darah. Seperti yang pernah terjadi di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah tahun 1998 lalu. Ami Idris, saudara Saggaf Al Jufri saat satu mobil dengannya sampai dikalungi clurit. Olehnya saat ini semangat jangan sampai padam untuk bergelut di partai. Harus terus bergerak sampai pemilu 2019 mendatang.

sumber : merdeka.com

SHARE THIS

Author:

0 comments: