Sabtu, 22 Oktober 2016

Terlalu banyak bicara, Fadli Zon dibungkam Sekjen PPP. begini katanya


IDNMagazine.News - Wakil Ketua umum Partai Gerindra Fadli Zon menyatakan presiden Joko Widodo terpecah fokusnya antara bekerja dengan memikirkan Pilpres 2019. PPP juga sebagai partai pendukung pemerintah, menilai Jokowi tak sempat memikirkan Pilpres 2019 selama 2 tahun kepemimpinannya.

“Fadli Zon salah analisa seandainya bilang demikian. tatkala komunikasi antara Pak Jokowi dengan koalisi partai pendukungnya tidak pernah sekalipun baik implisit ataupun eksplisit Pak Jokowi mengemukakan pikirannya berkaitan masa kepresidenan yang kedua. yang selalu disampaikan supaya bagaimana mandat kepresidenan disaat ini mampu dijalankan dengan apik, kata Sekjen PPP Arsul Sani melalui pesan singkat, Jumat (21/10/2016).

Selain Golkar, kata Arsul, belum ada yang berpikir untuk mengusung Jokowi kembali di Pilpres 2019. Namun Arsul pun juga tidak mempermasalahkan tingkah laku Golkar tersebut.

“Karena itulah di sektor asosiasi partai pendukung belum ada yang berbicara tentang itu, melainkan Golkar yang dengan cara internal sudah mengatakan pencalonan Pak Jokowi untuk periode mendatang, ungkapnya.

“Yang bahkan kabar hingga ke kami yaitu bahwa Pak Prabowo lah yang telah berancang-ancang untuk berhasil tengah dekat Pilpres akan datang, imbuh Arsul.

PPP mau Jokowi konsentrasi untuk memaksimalkan kinerja di sisa kepemimpinannya. apabila memang lah bagus, PPP pasti tentu dapat memberi dukungan Jokowi kembali di 2019.

“PPP pasti mau Pak Jokowi berhasil pada masa pertamanya ini. jikalau dia kita nilai berhasil mewujudkan janji kepresidenannya pasti PPP tak ragu untuk beri dukungan buat periode kedua. jadi PPP mau ketetapan politiknya soal pilpres mendatang pun didasarkan pada capaian pemerintahan diwaktu ini,” paparnya.

Sebelumnya, Fadli Zon memeriksa 2 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla masih didominasi pencitraan. katanya, ini akibat Jokowi telah memikirkan taktik Pilpres 2019 di saat periode pertamanya belum setengah jalan.

“Dia terlalu cepat untuk memikirkan periode kedua. Itu memang lah haknya, tapi bukan di tahun-tahun terpenting. Tapi di tahun keempat,” kata Fadli, Rabu (19/10/2016).

“Periode pertama saja belum selesai, sambungnya.

SHARE THIS

Author:

0 comments: