Rabu, 26 Oktober 2016

Rusia pamerkan Misil Nuklir miliknya yang mampu hancurkan Prancis

idnmagazine.com
IDNMagazine.Dunia - Banyak negara di dunia berlomba-lomba memperkuat diri dengan senjata nuklir. Belum lama ini, Rusia pun memamerkan gambar senjata nuklir terbaru mereka, "Satan 2". Otoritas nuklir Rusia mengklaim, senjata anyar tersebut mampu menghancurkan wilayah seluas Texas di Amerika Serikat (AS). Texas merupakan negara bagian di utara AS dengan luas wilayah 676.634 kilometer persegi. Tenaga misil nuklir Satan 2 ini juga diklaim mampu membumihanguskan negara sebesar Prancis dengan sekali tekan tombol.

Misil nuklir Satan 2, yang kode aslinya adalah RS-28 Sarmat, disiapkan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menggantikan senjata nuklir generasi sebelumnya SS-18 Satan. Merujuk gambar yang dirilis Biro Desain Makeyev Rocket, seperti dilansir Mirror, Rabu (26/10/2016), rudal Satan 2 dikemas dengan 16 kepala peluru. 

Ahli persenjataan nuklir menilai, rudal yang dipersiapkan agar dapat diluncurkan pada 2018 ini akan membuat bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki terlihat amat kecil. Dalam penjelasan yang menyertai gambar rudal Setan-2 disebutkan, "Sesuai Dekrit Pemerintah Rusia tentang Pertahanan Negara pada 2010 dan perencanaan periode 2012-2013, Biro Desain Roket Makeyev diinstruksikan untuk merancang dan mengembangkan rudal Sarmat. 

Pada 2011, Kementerian Pertahanan Rusia menandatangani kontrak negara untuk pengembangan Sarmat. Sistem misil strategis dan prospektif ini dikembangkan untuk menciptakan penangkal nuklir yang efektif sebagai bagian kekuatan Rusia." 


Pakar senjata Moskow menyebut, rudal Satan 2 akan mampu menghindari radar. Ia juga dapat terbang cukup jauh untuk menghantam London atau pesisir timur dan barat AS. 

Saat ini ketegangan antara Inggris dan Rusia dalam titik tertinggi. Salah satu penyebabnya, Perdana Menteri Inggris Theresa May baru-baru ini menyerang Putin karena Rusia merusak upaya Barat mencapai penyelesaian politik di Suriah.

sumber : okezone.com

SHARE THIS

Author:

0 comments: