Kamis, 27 Oktober 2016

Jika kasus Munir tidak segera diselidiki, Jokowi harus pecat Jaksa Agung


IDNMagazine.News - Direktur Eksekutif Imparsial Al Araf menegaskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus mencopot Jaksa Agung HM Prasetyo dari jabatannya jika tidak mahu menyelidiki dokumen Tim Pencari Fakta (TPF) untik kasus kematian aktivis HAM, Munir Thalib. 

"Presiden perlu mencopot Jaksa Agung jika tidak mau menyelesaikan kasus Munir dan tidak mau mengajukan peninjauan kembali (PK) atas kasus Muchdi Purwopranjono," ujarnya di kantor Imparsial, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (27/10/2016).

Al Araf menceritakan kasus tersebut sempat menyeret tiga orang atas kasus kematian Munir. Namun, hanya Muchdi PR yang dinyatakan bebas. Sementara dua orang lainnya yakni pilot senior Garuda, Pollycarpus Budi Priyanto dan Direktur Utama Garuda Indra Setiawan divonis masing-masing 14 tahun dan satu tahun penjara. 

"Oleh karena itu, kami sangat mendesak JA untuk meneyelidiki kasus ini. Jika tidak, maka Jokowi harus berani mencopotnya," tutupnya. 

Sebelumnya, Jaksa Agung HM Prasetyo mengaku telah melakukan komunikasi dengan mantan anggota Tim Pencari Fakta (TPF) kasus pembunuhan aktivis Munir Said Thalib. Keterangan dari mantan anggota TPF tersebut diserahkan kepada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel). 

Namun, Prasetyo enggan menyebut siapa saja pihak yang sudah dimintai keterangan terkait hal ini. Ia juga menegaskan bahwa mantan anggota TPF tersebut tidak punya kapasitas untuk menyerahkan dokumen, karena lembaga ad hoc tersebut sudah dibubarkan.

sumber : okezone.com

SHARE THIS

Author:

0 comments: