Senin, 03 Oktober 2016

Irma : ' Pengkritik Ahok soal penggusuran itu sebar black campaign '


IDNMagazine.News - Perang kritik antar kubu kandidat bakal calon gubernur dan wakil gubernur mulai bermunculan. contohnya, kritik dari tim pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno terhadap pasangan Basuki T Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

Tim pemenangan Anies-Sandiaga menyatakan kebijakan relokasi dan penggusuran era Joko Widodo lebih manusiawi ketimbang era Ahok-Djarot. Pernyataan itu segera ditanggapi oleh Ketua DPP Partai Nasdem, Irma Suryani Chaniago, ia menilai tudingan tersebut juga sebagai politik adu domba.

"Saya kira adat berpolitik di negara ini memang lah belum dewasa, dan susah mengharap kedewasaan politik di negara ini. Soal statement Joko Widodo lebih manusiawi dari Ahok, itu pula sektor dari black campaign dan politik adu domba," kata Irma kepada idnmagazine.com, Senin (3/10).

Irma menjelaskan langkah penggusuran justru menunjukkan Ahok berani membawa kebijakan yang tak populer. Sekaligus, membuktikan mantan Bupati Belitung Timur itu serius untuk membenahi Jakarta.

"Soal relokasi, mengapa Ahok konsisten berani lakukan relokasi yang telah pasti yaitu perbuatan tak ternama dan tentu dapat dijadikan kampanye negative oleh lawan? Itu dikarenakan Ahok memang lah mau membenahi Jakarta, dari banjir, dari kumuh, dan mau biar masyarakat lebih sehat juga sejahtera," tegasnya.

Seperti diketahui, Ketua tim pemenangan pasangan bakal calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno, Mardani Ali Sera mengakui seandainya dalam penataan kota benar-benar butuh dilakukan relokasi. Namun sebelum faktor itu dilakukan, pemimpin daerah mesti mengedepankan dialog bersama masyarakat.

"Kalau relokasi dipakai pasti kita melakukan, namun jikalau kata Babe (Ridwan Saidi) lemari lo geser diem aja, namun orang lo geser ngamuk lah," kata Mardani dalam diskusi bertopik 'Adu Strategi di Tanah Betawi', Jakarta, Sabtu (1/10).

Dia menilai, dalam kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), penggusuran yang dilakukan pemerintah propinsi Jakarta sering kali tak sesuai sasaran. Salah satunya, penggusuran di Kampung Muara Angke.

"Kami dapatkan di Muara Angke, penangkap ikan dipindahkan ke apartemen ya enggak bisa saja. Karena penangkap ikan itu aktivitasnya melaut, bagaimana soal pembayaran dan pendapatannya," tutur dia.

"Kota indah itu diisi dengan perbedaan heterogen, bukan cuma diisi orang tajir saja homogen," tambah beliau.

SHARE THIS

Author:

0 comments: