Minggu, 09 Oktober 2016

Habiburokhman minta Polri untuk profesional dan minta Ahok minta maaf ke masyarakat


IDNMagazine.News - Habiburrokhman menjelaskan setelah melihat rekaman video yang utuh, pihaknya mengaku justru bertambah yakin bahwa telah terjadi penistaan terhadap agama.

"Menurut pencatatan kami setidaknya ada dua kalimat (Ahok) yang bermasalah," ujarnya.

Karena itu, Habiburrokhman ACTA meminta Polri untuk profesional dalam menangani kasus ini.

"Profesionalitas sikap Polri akan kita uji dengan penanganan kasus ini. Jangan sampai ada penolakan pelaporan atau penghentian pengusutan perkara hanya karena intervensi kekuasaan," urainya.

Habiburokhman juga meminta Ahok untuk meminta maaf. Sampai saat ini, Ahok menyatakan bahwa dirinya tidak bersalah dan menolak untuk meminta maaf.

"Pernyataan Ahok tersebut bukan hanya menyakiti setidaknya sebagain umat Islam, namun telah menimbulkan keresahan di banyak tempat," kata Habiburrokhman.

Ahok membela diri atas tuduhan menistakan ayat suci Alquran. Menurutnya, meski ia beragama non muslim, dirinya telah mengenal Islam sejak duduk di bangku sekolah.

"Saya sekolah Islam SD, SMP 9 Tahun. Islam mengajarkan begitu damai, bisa menerima. Kita bukan mencari pemimpin Imam. Ini (wilayah DKI) administrator. Lihat cerita Nabi Muhammad, saya sekolah Islam," ungkap Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (7/10/2016).

Ahok juga bercerita, tuduhan rasis dan menistakan agama kepada dirinya bukan terjadi baru-baru ini. Tudingan seperti itu sudah ada saat dirinya akan maju dalam pemilihan Bupati Belitung Timur.

"Saya pengalaman dari tahun 2003 berpolitik, saya temukan lawan-lawan politik yang rasis dan pengecut selalu menggunakan ayat itu untuk membodohi orang tidak pilih saya. Jadi ayat Alquran ada yang salah enggak? Enggak salah. Konteksnya bukan itu, konteksnya jangan pilih Nasrani, Yahudi jadi temanmu, sahabatmu," kata Ahok.

SHARE THIS

Author:

0 comments: