Selasa, 27 September 2016

Sidang lanjutan soal cuti pertahana, Ahok : 'Saya puas dengan keterangan 2 saksi ahli'


IDNMagazine.News - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku puas dengan keterangan dua saksi ahli, yaitu mantan Hakim Konstitusi Harjono dan pakar hukum tata negara Refly Harun, yang dihadirkan dalam sidang uji materi Undang-undang (UU) Pilkada No. 10 tahun 2016 Pasal 70 (3). 

"Iya saya berterima kasih Prof Harjono dan Pak Refly Harun. Itu terang sekali gitu loh, jikalau kita perhatikan Undang-undang berkenaan Pemerintahan Daerah 32 tahun 2004 di situ terang pasal 79 ayat 3. Di situ juga C disebutkan gitu loh," kata Ahok usai menjalani sidang di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Senin (26/9). 

Walau mengalami perubahan, terhadap UU Pilkada 8 tahun 2015, diakui Ahok konsepnya masihlah sama. dimana calon petahana, wajib memperhatikan kelangsungan pekerjaan juga sebagai penyelenggara negara. 

"Makanya kita liat di perubahan lagi UU Pilkada yang UU 8 2015 itu serta sama konsepnya. Jadi di situ disebutkan selama melaksanakan kampanye sama dengan yang tadi," ujarnya. 

"Tapi, begitu masuk ke UU nomor 10 tahun 2016, beliau enggak bilang selama melakukan kampanye tapi di masa kampanye. Lalu bawahnya enggak memperhatikan tentang pekerjaan penyelenggaraan pemerintah daerah," timpal Ahok. 

Ahok menuturkan alasannya mengajukan permohonan uji materi kepada UU tersebut. Sebabnya, mantan Bupati Belitung Timur mesti menandatangani APBD DKI. Ia mengaku tak mau kecolongan terkait APBD tersebut. 

"Lalu siapa yang mengetok palu, tanda tangan APBD DKI? paripurna DKI APBD DKI siapa yang tanda tangan? lantaran seingat aku, kala aku menjadi Plt, aku enggak bisa tanda tangan lho, tunggu Pak Joko Widodo kembali," tuturnya. 

Di sudut lain, Ahok mengaku puas dengan keterangan dua saksi ahli yang dihadirkan. Tetapi, terkait putusan uji materi Ahok menyerahkan sepenuhnya pada hakim konstitusi. 

"Saya puas dengan keterangan saksi ahli, puas, bagus. Aku enggak tau, itu urusan hakim. Aku percaya aja sama Mahkamah Konstitusi," pungkas Ahok.

SHARE THIS

Author:

0 comments: