Kamis, 22 September 2016

Setelah usai daftar ke KPU, Ahok mengaku telah difitnah dan menjadi sasaran black campaign


IDNMagazine.News - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama merasa difitnah dengan beredarnya rangkaian foto di media sosial yang menunjukkan sebanyak anggota Unit Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang memasang spanduk berisi dukungan terhadap Ahok dan Djarot. Lantaran akibat gambar tersebut muncul tudingan ia menggunakan aparat buat memasang spanduk. 

Basuki atau akrab disapa Ahok ini menyampaikan, foto tersebut ialah kenyataan seandainya Satpol PP sudah melakukan penertiban kepada spanduk yang mendukungnya. Bahkan sebenarnya foto tersebut sudah ada dari pertengahan Juni tahun ini. 

"Itu fitnah, itu merupakan tahun 2016 bulan Juni. Saat itu ada sebagian beberapa orang pasang spanduk Ahok-Djarot, dulu aku perintahkan di buka. Anda lihat fotonya, itu lagi sobek atau pasang? Lagi sobek," kata Ahok di Kantor DPP Partai NasDem, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/9). 

Mantan Bupati Belitung Timur ini mengungkapkan, ada oknum yang mengupayakan melakukan kampanye hitam sesudah beliau mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum DKI. Ia malah menilai tindakan semacam ini merupakan wujud tak kreatifnya oknum tersebut untuk menjatuhkan beliau. 

"Itu ialah black campaign yang pengecut dan tak kreatif. Itu kita perintahkan buka. Itu dibalikin seakan-akan dipasang. Seandainya pasang kan nempel, orang ini disobek kok," tutupnya. 

Untuk diketahui, dalam foto tersebut bertuliskan, 'Baru pun diumumkan 18 September 2016, belum resmi list dan jadwal kampanye, Telah LANGGAR ATURAN. Sejak kapan Satpol PP malah pasang spanduk kampanye? Rata-rata Satpol PP itu tugasnya tertibkan dan turunkan spanduk kampanye yang langgar aturan keindahan kota.

SHARE THIS

Author: