Kamis, 29 September 2016

Ini kata Menteri Keuangan 'Sri Mulyani' saat Rupiah tembus 12.000-an


IDNMagazine.News - Nilai tukar Rp terhadap Dollar Amerika Serikat (USD) bergerak menguat tajam di perdagangan hari ini Selasa (27/9). Rp meninggalkan level Rupiah 13.000-an per USD menuju Rupiah 12.950 per USD. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan penguatan Rp terhadap Dollar AS memberi efek negatif dan positif pada Indonesia. Seandainya dari sudut APBN pergerakan Rp hingga akhir tahun pasti mempengaruhi penghitungan dari penerimaan Rupiah, terutama dari ekspor ataupun sumber daya alam. 

"Tapi pasti ini ada nilai positifnya, dari segi inflasi jadi lebih stabil dikarenakan importir in place-nya jadi teramat rendah. Rakyat dengan cara total menikmati keuntungan dari penguatan Rupiah meskipun dari segi APBN pasti bakal ada implikasinya dari sudut penerimaan," kata Sri Mulyani di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (27/9). 

Di segi lain, kepastian dari segi suku bunga dari The Fed yang dapat dinaikkan ataupun dari sisi ke depan bersama keadaan ekonomi Amerika yang datanya lumayan baik. "Itu setidaknya memberikan lagi space maka kita mempunyai keuntungan dari sudut kepercayaan atau confidance yang meningkat terhadap situasi perekonomian Indonesia," jelasnya. 

"Ini nampak dari sisi arus capital yang masuk ke dalam negara, ditambah bersama Tax Amnesty sehingga jumlah itu menjadi relatif amat sangat kuat di bandingkan pola yang sama pada tahun lalu, yang dapat menjelaskan mengapa dari sisi mata uang Rupiah kita mengalami penguatan," lanjutnya. 

Bila dikompensasikan dengan capital flow yang masuk, lantaran sekarang ini ada beberapa hal yakni dapat masuk dalam jangka pendek, dengan membeli surat-surat bernilai pemerintah. 

"Jadi, dengan cara total, aku cuma mau menyampaikan, ya mengelola APBN, setiap hari harus mengelola dengan bermacam dinamika itu, namun arah yang positif ini, atau yang kita sebut adanya konfirmasi dari reaksi penduduk dari jumlah aset yang masuk, dari persepsi. Ini memberikan aset yang lumayan kuat bagi kita untuk menyambung kebijakan-kebijakan yang pruden, yang baik. 

Dikarenakan bisa memunculkan resiko positif dari sudut pelaku bisnis, dari warga luas yang mendapat keuntungan dari penguatan ini dan dari market yang seterusnya memunculkan resiko positif pada indikator-indikator yang serta dikelola dengan cara hati-hati," pungkasnya.

SHARE THIS

Author:

0 comments: