Rabu, 28 September 2016

Ahok mengijinkan KPU serahkan hasil sensor rohaninya


IDNMagazine.News - Calon petahana Basuki Tjahaja Purnama cuma tertawa ketika dimintai tanggapannya terkait permintaan Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) terhadap Komisi Pemilihan Umum DKI. Mereka meminta Instansi penyelenggara Pilgub DKI 2017 mendatang tersebut membuka hasil tes kesehatan rohani Basuki. 

Basuki atau akrab disapa Ahok ini menyambut baik para advokat tersebut sudah memperhatikannya dengan serius. Bahkan beliau memberi dukungan Komisi Pemilihan Umum DKI untuk mengakses hasil tes kesehatan rohaninya akhir minggu dulu. 

"Bagus. keren dong. Supaya tahu gue gak saraf. Mereka kira saraf gue salah, padahal tetap sesuai sama ambang batas. hehehehe," jelasnya di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Selasa (27/9). 

Sebelumnya, ACTA menilai, publik mempunyai hak tahu hasil tes kesehatan tersebut dikarenakan rakyat bakal jadi pihak yang paling dirugikan seandainya DKI Jakarta dipimpin oleh gubernur yang tak pass mampu secara rohani. 

"Kami mau mengetahui argumen apa yang menciptakan tim dokter menyimpulkan bahwa Ahok dapat dengan cara rohani untuk jadi kepala daerah sama seperti diatur Pasal 7 huruf f UU Pilkada. 

Mesti dijelaskan terhadap publik bagaimanakah metode pemeriksaannya, apa saja pertanyaan yang diajukan, juga dengan cara apa score penilaiannya," papar Wakil Ketua ACTA Nur Hayati di Jalan Imam Bonjol No. 44, Jakarta Pusat, Minggu (25/9). 

Ada sekian banyak momen yang menurut ACTA jadi indikasi bahwa Ahok tak sanggup mengendalikan emosinya. Bahkan mereka mengaku mendapat berita bahwa Ahok menderita psikopat grade 4. 

Momen-momen yang dimaksud di antaranya yaitu disaat Ahok memarahi Ibu Yusri dan menyebutnya maling di DPRD dikarenakan ia salah memanfaatkan Card Jakarta Pintar (KJP). diluar itu, disebut pula momen kala Ahok diberitakan menggandeng berkelahi seorang pria yang mengadukan persoalan tanah kepadanya di Balai Kota dan momen ketika mantan Bupati Belitung Timur ini memarahi 

Petugas honorer yang mengadukan permasalahan mereka kepadanya. Berkaca dari kasus-kasus tersebut, ACTA menganggap ada kesan yang kuat bahwa Ahok tak sanggup berempati bersama rakyat yang mengadukan permasalahan hidup mereka. 

"Kalau orang normal sepertinya susah memarahi ibu-ibu di depan publik, bahkan menggandeng rakyatnya sendiri berkelahi. Padahal kepala daerah mesti punyai ekstra kesabaran, mengendalikan diri, dan empati," sebut Habiburrahman, Ketua Dewan Pembina ACTA sekaligus politikus Partai Gerindra. 

Dengan alasan-alasan tersebutlah ACTA menuntut KPUD untuk launcing hasil tes kesehatan rohani Ahok dengan cara rinci. Surat terdaftar bakal diungkapkan pada KPUD terhadap Senin (25/9) besok. 

"Kami mengharapkan dalam tempo paling lama 10 hari kerja Komisi Pemilihan Umum Propinsi DKI Jakarta mampu memberikan berita yang lengkap dan detil soal hasil sensor rohani Ahok kepada kami selaku pemohon informasi publik," tandasnya. 

Seperti didapati, bakal calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta sudah menyelesaikan tes kesehatan yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum DKI di RSAL Mintohardjo kemarin. Berdasarkan hasil sensor dokter, Ahok mengaku dinyatakan sehat jasmani dan rohani.

SHARE THIS

Author:

0 comments: