Jumat, 22 Juli 2016

Orang tua harus mempelajari beberapa cara ini agar anak tidak mengalami obesitas


IDNMagazine.Kesehatan - Melihat kasus Arya Permana bocah berumur 10tahun yang memiliki bobot mencapai 192kilogram, orang tua patut memperhatikan gaya hidup anak. Tentu peran orang tua sangat diutamakan untuk mengubah gaya hidup anak yang mengalami obesitas. Salah satu caranya dengan melakukan diet.

Dr Grace Judio-Kahl mengatakan bahwa anak obesitas perlu dididik untuk mengatahui kondisi sistem percernaannya, serta dibantu dengan bimbingan orangtua.

"Intinya, anak harus tahu kenyang dan lapar. Anak harus makan waktu ia lapar dan berhenti makan waktu ia sudah kenyang, tetapi bukan kekenyangan" ujar Dr Grace, Kamis 14Juli 2016.
Salah satu cara yang harus dikenali oleh anak adalah melalui pengaturan rambu makanan. " Kita perlu memperkenalkan anak dengan rambu-rambu Merah, Kuning, dan Hijau " tambahnya.

Berikut ini adalah penjelasan Dr Grace mengenai rambu-rambu makanan yang harus diperkenalkan kepada anak yang mengalami obesitas.

Merah

Makanan atau minuman yang mengandung gula, santan, tepung, dan minyak. Untuk mengonsumsi makanan rambu Merah ini, harus menunggu aba-aba dan melihat kondisinya. Kalau sudah diberikan aba-aba baru anak tersebut boleh menyantapnya.

Kuning

Makanan yang mengandung protein, seperti ayam, tahu, tempe, maupun ikan. Ia boleh makan banyak, tetapi orang tua juga harus melihat kondisi anak tersebut apakah sudah kenyang atau tidak.

Hijau

Makanan atau minuman ini antaralain teh, air putih, sayuran, buah, atau agar-agar. Anak boleh makan dalam porsi agak banyak.

Tentunya rambu-rambu makanan ini dapat dijalankan oleh anak-anak yang mengalami obesitas dengan bantuan orang tua. " Anak yang mengalami obesitas tidak harus menghitung kalori dan orangtua harus tetap memantau anaknya " tukasnya.

SHARE THIS

Author:

0 comments: